Buntil Daun Korabi dan Sambal TUmpang Salatiga

Selasa, 16 Februari 2010 - 20:36 | Kuliner, Tak Berkategori | No Comments

buntil daun korabi

Buntil Daun  Korabi dan  Sambal Tumpang Salatiga

Buntil Daun Korabi

Bahan :

½ butir kelapa   setengah tua , parut memanjang

150 gr teri nasi  , cuci bersih dan tiriskan

15  butir  petai   iris tipis

3 buah  cabai merah  , iris halus

10-15 lembar daun kohlrabi

Bumbu halus :

6 butir bawang  merah

3  siung  bawang putih

½ ruas jari lengkuas  , cincang

1 sdm ketumbar

½ ruas jari kencur

½ ruas jari  jahe cincang

½ sdt  gula pasir

garam secukupnya

Untuk areh /kuah santan kental

600 cc santan  dari 1 butir kelapa

2 lembar  daun salam

15-20 buah cabai rawit  utuh

Bumbu yang dihaluskan untuk areh :

5 butir bawang merah

3 siung bawang putih

½ ruas jari kencur

½ sdt  gula pasir

1      sdt garam

Cara membuat :

1.Campur bumbu halus  dengan kelapa parut ,  teri nasi  ,petai  , dan cabai merah ,aduk rata. Aduk rata , bagi menjadi  4 -5 bagian .

2.Siapkan 1 lembar  daun kohlrabi  , susun menjadi  alas daun  yang rapat. Beri  1 bagian  campuran kelapa berbumbu, ratakan. Lipat dan gulung daun singkong  berbentuk bulat yang rapat

3.Susun  semua buntil di atas  panic  ,  masukkan  bumbu areh , masak dengan api sefang sampai  matang

Sambel Tumpang Salatiga

Bahan I :

300 gr  tempe

8 butir cabai merah

4 butir cabai  rawit

5 butir  bawang merah

4 siung  bawang putih

2 butir kemiri

2-3 cm kencur

10 helai  daun jeruk

1 batang  serei , digeprak

200-300 ml air

Bahan II :

2 helai daun salam

1-2 cm lengkuas  , digeprak

1-2 papan  petai  ( optional )

200 ml santan kental

1000 ml santan  encer

Garam secukupnya

Gula secukupnya

½ ons  cecek ( kulit sapi )

Tahu putih bila suka , dipotong-potong  ,  pilih yang tida k mudah hancur

Pelengkap :

Nasi putih  , kacang panjang , dan  kecambah  direbus karak

Cara Membuat :

1.Rebus semua bahan  I sampai airnya hampir habis. Haluskan  semua  bahan I  yang telah direbus , kecuali  daun jeruk  dan serai.  Sementara itu,  rendam cecek  dalam air  hangat ,  supaya  cepat  lunak.

2.Rebus  bahan I yang telah  dihaluskan  , termasuk daun jeruk  dan  serai, dengan  1000 ml santan encer,  masukkan  daun salam, lengkuas dan  petai.

3.Masukkan  kcecek bila sudah mendidih, dan tahu putih bila suka . Biarkan  hingga mendidih lagi.

4.Terakhir, masukkan santan kental, gaaram, gula , biarka nhingga mendidih, cicip  rasa garamnya sesuai selera. Angkat  jika  kreceknya sudah  cukup  lunak. Sajikan  dengan pelengkap.

Selamat mencoba .

(Masakan diperagakan  oleh  ibu  Istikanah,  di  hadapan  ibu-ibu anggota  DWP KBRI Berlin,  dalam  acara  Pertemuan  Bulanan  DWP KBRI Berlin,  Sabtu,  13 Februari  2010) .

Foto :  Dok.DWP  KBRI Berlin-sekretaris

“Setiap Wanita Dilahirkan Cantik, Hanya Saja Di Antara Mereka Belum Semua Menyadarinya”

Senin, 15 Februari 2010 - 15:39 | Artikel | No Comments

Joe sedang memperagakan membuat sanggul praktis

Kalimat tersebut meluncur dengan intonasi yang menyenangkan sebagai kata pengantar dari seorang pria  bernama Jumino Kristrinanto, make up artist dan hairstylist yang diundang oleh DWP KBRI Berlin untuk memperagakan keahliannya menata rambut , di suatu hari Sabtu , 16 Januari 2010. Hari itu memang tema pertemuan bulanan anggota DWP adalah Menata Rambut bersama Jumino . Mendengar kalimat yang begitu menyanjung hati, ibu-ibu anggota DWP pun sontak menanggapi dengan riuh , membuat suasana di lantai 1 aula KBRI yang dingin karena suhu masih di bawah 0 derajat Celcius siang hari itu menjadi hangat dengan celoteh ibu-ibu. Kristrinanto pun tak mau kalah dengan riuh rendahnya berbagai suara tanggapan atau komentar  tersebut. selengkapnya…

Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana Alam Warnai Peringatan HUT DWP ke-10 di Berlin

Senin, 15 Februari 2010 - 11:22 | Artikel | No Comments

Pemberian tumpeng kepada anggota paling senior ,ibu Chaironi

Hawa dingin dan turunnya salju di Berlin pada tanggal 22 Desember 2009  tidak mengurangi minat para Anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menghadiri peringatan HUT DWP ke-10 di KBRI Berlin yang diselenggarakan bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu ke 81. Peringatan kali ini agak berbeda dengan biasanya mengingat diselenggarakan pada hari Selasa atau hari kerja. Meskipun demikian, para anggota tetap menyempatkan diri untuk hadir pada acara tahunan tersebut. selengkapnya…

Kunjungan Kerja Presiden RI & Ibu Negara di Berlin Disambut Turunnya Salju dan Kehangatan Masyarakat Indonesia

Sabtu, 30 Januari 2010 - 10:35 | Artikel | No Comments

Foto bersama Presiden RI dan ibu Negara

 

 

 

 

 Udara dingin menusuk tulang dan salju tebal di airport Tegel Berlin menyambut kedatangan pesawat kepresidenan yang membawa Presiden RI,  bapak Dr.H. Soesilo Bambang Yudhoyono dan ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan dari Paris. Dalam rombongan ikut serta   mentri  luar negeri  Dr. Marty Natalegawa dan ibu Sranya Natalegawa, jubir kepresidenan Dr. Dino Pati Djalal, mentri sekretaris  negara  Sudi Silalahi, beberapa menteri negara terkait dan beberapa kepala daerah , antara lain gubernur Propinsi Nanggro Aceh Darusssalam, Irwandi Yusuf dan gubernur  Kalimantan  Tengah,  Dr. Teras Narang. Di tangga pesawat,  Duta besar RI untuk Jerman bapak Eddy Pratomo dan ibu Atiek Pratomo telah siap  menyambut  kedatangan  presiden , bersama beberapa pejabat dari kementerian luar negeri Jerman dan KBRI Berlin. selengkapnya…

Menjadi Wartawan ? Siapa Takut

Jumat, 8 Januari 2010 - 8:48 | Artikel, Tak Berkategori | No Comments
Pengurus DWP KBRI Berlin mengikuti Pelatihan Singkat Jurnalistik

Pengurus DWP KBRI Berlin bersama Ibu Penasehat DWP KBRI Berlin sedang serius mendengarkan penjelasan dari wartawan detik.com, Fitriya Ramadhani dalam Pelatihan Jurnalistik tanggal 11 dan 18 Juni 2009

Ditemani  secangkir  teh dan kue-kue ringan , ibu-ibu DWP KBRI Berlin  dengan antusias  menyimak  penjelasan  dari Bapak  Fitraya  Ramadhanny, wartawan  Detik.com mengenai  cara  penulisan  artikel yang  baik, dalam acara Program  Pelatihan Jurnalistik, yang  diselenggarakan  pada tanggal  11 dan 18 Juni  2009.

Wakil Kepala Perwakilan  RI di  KBRI Berlin,  Bapak Wajid Fauzi, dalam sambutan pembukaannya  mengharapkan  pelatihan  akan membantu pelaksanaan  tugas-tugas DWP  serta meningkatkan ketrampilan  pribadi anggota  DWP KBRI Berlin. Sementara itu, Penasehat DWP KBRI Berlin  , Ibu Atiek Pratomo mengharapkan agar hasil  pelatihan dapat memicu para anggota DWP KBRI Berlin  untuk lebih berani menulis dan menumbuhkan  semangat untuk membuat  majalah DWP KBRI Berlin. selengkapnya…

Halaman Berikutnya »

© 2009 Copyright by Dharma Wanita Persatuan KBRI Berlin