Croissant dari Johann Mayer

Kamis, 29 April 2010 - 16:17 | Kuliner | No Comments

Kursus Croissant Marz 06 2010  foto 1

Bahan  ( untuk membuat  100  buah) :

3 kg  Tepung Terigu

( di  Jerman  cari yang type 550/405 )

250  gr  Gula Pasir

250 Butter *( Merek  apa saja )

60 gr  Garam

1600 ml  Air

100 gr Ragi segar  ( Frisch Hiffe )

Dan  1500  gr extra butter

Cara membuat  adonan :

1.Campurkan semua  bahan-bahan  kecuali  extra butter

2.Diaduk sampai  kalis  dengan  mixer yang  berbentuk  spiral  sampai  kalis  (  4-5 menit ) .Lalu  diamkan  adonan yang sudah  kalis  selama  16  sampai  17 jam (  lebih  baik jika ditutup  dengan  plastik  dan di simpan  di  kulkas )

3.Mixer  1500  gr  extra butter  selama  1 menit . (  Jika  memungkinkan  memakai  merek  butter  Deutsch Butter  )  , lalu tambahkan  200 gr terigu  , bahan ini  juga didiamkan selama  16-17 jam  disimpan  di dalam kulkas

4.  Setelah kedua  adonan tersebut  jadi , campurkan  dua  adonan  tersebut  bersama, letakkan  adonan  butter ( nomer 3 )  ke dalam  adonan  nomer  2 dan  digiling  , sambil ditabur  tepung  sedikit . Lipat tiga   setelah  adonan kira-kira  mencapai  ketebalan  2 atau 3 cm. Setelah digiling ,  dilihat apakah  adonan yang  dicampur ( nomer  2 dan  3 ) sudah menjadi  satu bagian , perhatikan  teksturnya , akan terlihat  bagian  adonan nomer 3 warnanya sedikit berbeda.

5.Bentuk  adonan  menjadi  segitiga sama kaki dengan penggaris  ,ukuran bisa  disesuaikan  dengan selera , bisa  dengan ketinggian  35 cm dan  lebar  alas  15  cm . Alasnya dibagi  dua (kira-kira 5 cm )  untuk membentuk lipatan  croissant .

6.Setelah  croissant  terbentuk,  diamkan  selama  setengah jam, lalu  panaskan  oven di suhu  200̊°C sampai  lampu penanda suhunya  mati.

7.Masukkan  croissant  ke dalam  loyang dialasi oleh  kertas  roti , dan  panggang  selama  20 menit menggunakan  api atas  dan bawah serta  kipas selama  20  menit .

Hasil  akhir :

Selamat  mencoba

Resep – Resep Praktis ala William Wongso

Kamis, 29 April 2010 - 16:12 | Kuliner | No Comments

Rendang

Bahan :

1 kg daging  tanpa  lemak  potong  persegi menjadi  30 biji

Daun kunyit  ( jika ada )

1 batang  serai

3  lembar  daun  jeruk

1 pak bumbu Rendang  Munik

1 lt santan Kara

Catatan  :  tidak  perlu ditambah  air  ,  kaldu  akan  keluar dari  daging  yang ditumis ,dan  sedikit demi sedikit  dimasukkan  santan

Cara membuat :

Tumis seluruh  bumbu  dengan  daging  ,setelah  daging berubah  warna  lalu  masukkan  santan sedikit demi sedikit, aduk  sampai  santannya rata , jika  santan mulai  mengering,  tuangkan kembali  sedikit . Demikian proses diulang  beberapa kali sampai  daging  empuk dan  santan  habis . Proses  memasak memakan  waktu  4 jam untuk   daging menjadi  empuk  dan  bumbu  rendang meresap  hingga  wangi.

Pindang Serani  Ikan

Ikan Pindang Serani

Bahan  :

1 kg  ikan  laut  putih  jenis  kakap  atau  salmon

200 gr  ayam (porong dadu kecil-kecil )

500 gr  jamur  segar

3 batang  serai

3 daun  jeruk

50 gr kunyit segar

100 gr  jahe (diiris tipis )

100  gr  lengkuas ( diiris  tipis  )

100 gr bawang  merah

Trasi secukupnya

100 gr  bawang  putih

Air secukupnya

Jeruk  nipis  secukupnya

Cara :

Tumis  kunyit sampai  agak  kurus , bumbu  lain  ditumis  secara  bersamaan, lalu dimasukkan  air  1,5  liter . Jika ingin  lebih  asam, pakai  cuka  Jepang  atau  jeruk nipis. Tambahkan  garam sesuai  selera, dan  masak sampai  aromanya keluar  ,dan   ikan  menjadi matang.

Tips :  kunyit  diangkat  sampai  mendapatkan  warna  yang  bagus ( tidak  terlalu  kuning )

Nasi Kebuli  Bumbu  Rendang

Nasi kebuli bumbu rendang

Bahan :

1 kg  potongan  kambing paha  atas ( jika  tidak suka  kambing, dapat diganti  dengan  ayam  )

Kayu manis

5 biji  cardamon

5 biji  cengkeh

Minyak  zaitun

1kg beras basmati  campur  dengan  jasmine

Bumbu  rendang munik

Bawang  goreng

Lada  hitam  secukupnya

Lada  dan  garam secukupnya

Cara :

1 kg  potongan  kambing  paha  atas yang masih  dengan  tulang,  masukkan  ke dalam air dingin, rebus sampai  mendidih dan  buang  airnya .

Rebus  lagi  dengan air  dingin sampai  daging menjadi lunak, biarkan dingin dalam  kaldu.

Ambil  daging  kambing  yang  telah  dimasak,  kemudian  potong-potong kecil dan  masukkan  bumbu  rendang  munik,  dan bumbu-bumbu lainnya lalu  aron  beras  ( tambahkan sedikit  butter  ) . Hidangkan  dengan  bawang  goreng

Anak  Sapi  Masak  Cien

Anak sapi Chin

Bahan  :

500  gr  calf /daging anak  sapi

250  gr  medium  potato /kentang  ,  dibersihkan  kulitnya  dan  belah  dua

60  gr  Kecap  manis

Garam  secukupnya

Merica  secukupnya

50  gr  bawang  putih ,  iris  tipis

30 gr  kencur ,iris  tipis. Jika pakai  bubuk  kencur,  cukup  sepertiganya saja

30  gr  ebi kering , direndam

100 gr  bawang  merah  bulat-bulat

1 lt air

100 ml. minyak  sayur

Cara :

Potong  dadu  daging anak sapi

Goreng  kentang hingga  warna kuning kecoklatan

Panaskan  minyak di panic,  masukkan  bawang merah  bulat, irisan  bawang  putih   dan  kencur  sampai  harum  dan  matang , lalu  masukkan  ebi  kering  , masak  1 sampai  3 menit .

Masak  daging  dengan  api  kecil , sampai  hampir  matang,  lalu masukkan  kentang, masak  sampai  matang .Hidangkan  dengan  ditabur  bawang goreng  .

Tips :  Ebi  setelah direndam, dimasukkan ke minyak  panas dengan kencur , bawang putih  dan  bawang  merah bulat  . Daging sapi  digoreng terlebih dulu dengan  bekas minyak  bumbu , sekedar untuk  berubah  warna  dan  mengeluarkan  ampas darah  daging , buang ampasnya baru kemudian dicampur dengan  bumbu dan  dimasak  (dengan  air )masukkan   kecap manis hingga  matang.

Kartini Modern , Bukan Lagi Sekedar Teklek dan Lemek

Kamis, 29 April 2010 - 12:45 | Artikel | No Comments

Talkshow  dengan  Kartini-Kartini  modern

Sabtu di satu  pagi  awal  musim semi  , 25 April  2010   bertempat di  aula  KBRI Berlin,PPI (Persatuan Pelajar  Indonesia ) Berlin  bekerjasama dengan  KBRI dan  Restoran Bali,  menyelenggarakan  beberapa kegiatan  unik  untuk   memperingati  hari  Kartini  .Salah  satu  agendanya  adalah  penyelenggaraan  talkshow  dengan tema,  Peran  Wanita di  Era Modern . Sesuai  dengan  tema,  yang menjadi  nara sumber adalah  tiga orang  wanita  dengan  profesi  yang  berbeda, yaitu  Ketua DWP  KBRI Berlin yang juga  istri  duta besar  RI untuk  negara  Federasi  Jerman,  ibu Atiek  Pratomo (54) ,  sdri.Elyzana Dewi Putrianti(37), seorang peneliti  malaria  yang sedang mengambil program  post doktoralnya  di Parasitology Unit of Max Planck Infectious Diseases Berlin , dan  seorang penggiat  Lembaga  Swadaya Masyarakat  (LSM ) di bidang  kesetaraan  gender dan  anak-anak , sdri. Diah Rofika(39). Acara inipun dipandu oleh seorang seorang kartini, Rai Tjarma   mahasiswa program S2 yang mengambil spesialisasi  penyakit kulit dan kelamin di    fakultas  Medicine , Universitas  Charite . selengkapnya…

Memahami Aktifitas Dunia di Miniatur The Wunderland

Kamis, 15 April 2010 - 20:37 | Artikel | No Comments

mengagumi pengoperasian ruang kontrol komputer  di  Wunderland ,Hamburg

Pada tanggal 26 sampai  28 Maret 2010  KBRI  Berlin, KJRI  Hamburg  dan  KJRI  Frankfurt  mengadakan   rapat  koordinasi  se-Jerman bertempat di KJRI Hamburg.  Momen  baik  itu dimanfaatkan oleh  DWP se-Jerman untuk   silaturahmi pengurus, berbagi pengalaman dan pensosialisasian  hasil –hasil Musyawarah Nasional   Dharma Wanita  Persatuan  Februari lalu , yang dihadiri penasehat  DWP KBRI Berlin, ibu Atiek Pratomo dan  ketua DWP Hamburg, ibu Titin Dharmawan. selengkapnya…

Undangan Pertemuan Bulanan DWP Berlin bulan April 2010

Selasa, 6 April 2010 - 17:35 | Kegiatan | No Comments

U N D A N G A N

NOMOR: UND.17/SET/DWP KBRI Berlin/IV/2010

Kepada Yth.

Anggota DWP KBRI Berlin

di

Tempat

Dengan ini diharapkan kehadiran Ibu pada pertemuan anggota yang akan diselenggarakan pada:

Hari,tanggal  : Sabtu, 17 April 2010

Pukul             : 15.00 – selesai

(dimohon hadir tepat waktu)

Tempat           : Aula KBRI Berlin (Lantai 1)

Acara              : 1. Membahas acara jalan jalan bersama

2. Arisan

3. Ramah tamah

Kepada peserta arisan yang  berhalangan  hadir,  kami   mohon  dapat    menitipkan uang arisan  dan  iuran  kepada anggota terdekat.

Demikian  disampaikan atas  perhatian  dan  kehadiran  ibu, diucapkan  terima kasih.

Berlin,6 April 2010

Ketua.

Ny. Atiek Pratomo

© 2009 Copyright by Dharma Wanita Persatuan KBRI Berlin