PESONA PISAU DAN GUNTING Made in Germany DARI SOLINGEN

Selasa, 11 Mei 2010 - 13:21 | Artikel, Kegiatan | No Comments

solingen

Mulainya musim semi yang ditandai dengan hawa yang sejuk menyegarkan dan tumbuhnya bunga-bunga cantik di setiap sudut kota, menambah niat setiap orang untuk bertamasya menikmati keindahan alam di Jerman. Atas prakarsa ketua DWP KBRI Berlin ibu Atiek Pratomo  untuk pertama kalinya dalam rangka lebih mengenal negara akreditasi Republik Federasi Jerman diselenggarakan kunjungan bersama ibu-ibu DWP perwakilan se Jerman pada tanggal 29 dan 30 April 2010 ke kota penghasil pisau dan gunting made in Germany Solingen dan obyek-obyek sekitarnya yaitu Roermond, Frankfurt, Idar Oberstein Kirn.  Rombongan terdiri dari 9 orang ibu-ibu dari DWP KBRI Berlin, 1 ibu dari DWP KJRI  Hamburg dan 3 ibu dari DWP KJRI Frankfurt, berangkat dari kota masing-masing dan bertemu di kota Solingen. Perjalanan panjang selama lima jam dari Berlin pukul 06.00 tidak terasa melelahkan karena ibu-ibu ramai bercerita dan tidak lupa khas ibu-ibu yaitu … bekal makanan yang berlimpah selama perjalanan. Pukul 11.00 rombongan Berlin tiba di kota Wuppertal dan dengan waktu luang 1 jam, ibu-ibu Berlin menggunakan kesempatan tersebut untuk mencoba naik Schwebebahn (KA gantung) transportasi dalam kota Wuppertal, semacam tram menggantung dan merupakan satu-satunya di dunia sehingga cukup unik dicoba mengelilingi kota Wuppertal selama 30 menit. Dari Wuppertal menuju Solingen hanya diperlukan waktu 30 menit untuk berkumpul dengan ibu Hamburg dan ibu-ibu Frankfurt yang sudah tiba lebih dahulu di pabrik Zwilling J.A.

Kota Solingen seluas 89,49 km2 dan berpenduduk 161.779 jiwa terletak di negara bagian NordrheinWestfalen (NRW). Sejak abad pertengahan, Solingen dikenal sebagai kota sejarah dimulainya industri pembuatan pisau, mesin pemotong dan lonceng di Jerman. Hingga saat ini produk Solingen terkenal akan kualitas mutunya dan perusahaan kaliber internasional seperti Zwilling J.A hingga saat ini tetap merupakan  sumber ekonomi utama  di kota Solingen. Dikota Solingen rombongan ibu-ibu diajak ke tempat penjualan pabrik (Fabrikverkauf) bermacam jenis disain pisau, gunting, sendok garpu, panci dari perusahaan Zwilling J.A.

Dari Solingen, pukul 13.00 rombongan ibu-ibu tiga DWP perwakilan se-Jerman bergerak menuju kota Roermond di Belanda. Perjalanan masih memakan waktu sekitar 1,5 jam sehingga ibu-ibu tidak ingin kehilangan waktu dan makan siang didalam kendaraan. Di Roermond ibu-ibu langsung berpencar dalam kompleks designer outlet Roermond untuk berkumpul kembali pukul 17.00 di tempat yang telah disepakati.  Desainer Outlet Roermond milik Mc Arthur Glen Grup termasuk salah satu yang terbesar di seluruh Europa, dikunjungi sekitar 3,5 juta orang setiap tahunnya dan merupakan atraksi menarik wisatawan nomer 3 di Belanda, disana ada lebih dari 100 toko-toko yang  menawarkan lebih dari 170 merk desainer terkenal dunia dan merk top eksklusif lainnya dengan harga lebih murah dari toko, sepanjang tahun. Kota Roermond sendiri terletak di provinsi Limburg Belanda, sekitar 10 menit dari perbatasan Jerman – Belanda, atau sekitar 30 menit dari kota Köln melewati autobahn A67/A52. Di outlet Roermond rombongan ibu–ibu dapat berbelanja produk merk terkenal dari desainer mode, sepatu, tas, perlengkapan sport, dekorasi rumah, perlengkapan rumah dan perhiasan semuanya dengan harga lebih murah 30 – 70% karena merupakan barang produksi tahun sebelumnya, koleksi contoh atau kelebihan produksi dari label desainer internasional.  Setelah puas melihat-lihat dan berbelanja, rombongan menuju ke kota Frankfurt dan bermalam di wisma KJRI Frankfurt.  Sehabis makan malam bersama di wisma KJRI Frankfurt, ibu-ibu seolah olah lupa akan rasa lelahnya, tampak masih bersenda gurau dan mengobrol hingga larut malam di kamarnya masing-masing. Kesempatan untuk silaturahmi berkumpul bersama ini jarang sekali terjadi sehingga ibu-ibu tidak mau melewatkannya begitu saja.

Hari kedua tanggal 30 April 2010, ibu-ibu sudah siap sarapan pada jam 06.00 pagi. Jam 07.30 rombongan berangkat dari wisma KJRI Frankfurt menuju kota Idar Oberstein. Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam 1 jam, karena banyaknya perbaikan jalan dan pelebaran jalan, kali ini menjadi macet dan agak tersendat.

Idar-Oberstein merupakan metropol untuk batu2 permata di Jerman. Mineral dan batu-batuan telah ditemukan dan dikerjakan lebih dari 500 tahun yang lalu di Idar Oberstein dan menjadikan kota ini terkenal dengan industri batu permatanya di Jerman. Di kota ini rombongan ibu-ibu mendapat kesempatan melihat pameran batu permata dari seluruh dunia yang dikerjakan di Idar Oberstein Jerman di Edelstein-Erlebniswelt, Schmuckfabrik Bottlieb & Sohne. Nahestr. 42, 55743 Idar Oberstein. Pada kesempatan ini ibu-ibu dapat menikmati pameran beberapa batu permata tidak hanya batu Achate, tetapi juga kristal yang berkilat, antara lain Amethyste, Rauchquarze kemudian diamond, ruby,  sapphire, emerald,   aquamarine,  peridot,spinel, tanzanite, garnet dan tourmaline yang berasal dari industri batu permata di kota Idar Oberstein. Diperagakan pula tahapan proses pengerjaan batu permata dari mulai material batu awal, pemotongan, pembentukan. pengikisan, pengasahan,  pemolesan hingga menjadi berbagai bentuk perhiasan yang bernilai tinggi.

Pada peragaan pemolesan batu permata dijelaskan bahwa di Jerman terdapat 3 macam jenis pekerjaan yang berkaitan dengan industri batu permata dan masing-masing jenis berbeda tingkat kesulitannya,  yaitu :

1, pengasahan batu permata

2. pengasahan batu achate

3. pengasahan berlian

Untuk pekerjaan tersebut diperlukan pendidikan keterampilan (Berufschule) semacam SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Indonesia. Setiap batu permata mempunyai sepuluh tingkat klasifikasi kekerasan, dari tingkat 1 hingga tingkat 10 yang tertinggi atau terkeras. Mesin pemotong, penghalus, pengasah permata berbeda untuk setiap tingkat kekerasan batu yang akan diolahnya, sebagai contoh batu rubin mempunyai tingkat kekerasan 9, batu achate tingkat kekerasan 7.  Setelah puas melihat  dan berbelanja, rombongan menyempatkan makan siang terlebih dahulu di kendaraan untuk selanjutnya bergerak menuju kota Kirn yang terletak tidak jauh dari Idar Oberstein.

Sejak abad ke 18 hingga tahun 1980 an, Kirn menjadi salah satu kota pusat terbesar industri kulit di Jerman dan Eropa, disana terdapat beberapa perodusen barang2 kulit dan gudang penyimpanannya. Terdapat beberapa perusahaan kulit besar di Kirn yang melayani penjualan pabrik (Fabrikverkauf) pada hari-hari tertentu. Di Kirn rombongan ibu-ibu diajak mengunjungi outlet pabrik produk kulit merk Braun Büffel Design GmbH & Co. KG Industriestr. 10, 55606 Kirn, Rheinland-Pfalz.

Selanjutnya , sesuai jadwal rombongan ibu-ibu KBRI Berlin, KJRI Hamburg dan KJRI Frankfurt berpisah di Kirn untuk menuju kota asal masing-masing. Perjalanan ke Berlin tidak terlalu lancar karena banyak pekerjaan pelebaran jalan, padatnya lalu lintas akhir pekan dan  jam pulang kantor saat itu. Rombongan Berlin tiba kembali dengan selamat di Berlin pukul 23.00, cukup lelah …. tetapi ibu-ibu sangat puas membawa pengalaman dan kenangan yang tidak terlupakan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terselenggarakan dengan baik  (Ketua Seksi Pendidikan DWP KBRI Berlin: Ny. Laksmi Yul Y. Nazaruddin).

No Comments yet »

Tinggalkan komentar

© 2009 Copyright by Dharma Wanita Persatuan KBRI Berlin